Badan Siber dan Sandi Negara Terima Banyak Laporan Pembajakan WhatsApp

LAMPUNGONLINE – Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan platform terbuka seperti Whatsapp rentan pada pembajakan ataupun kloning.

Direktur Pengendalian Informasi, Investigasi dan Forensik Digital BSSN, Bondan Widiawan, mengungkapkan pihaknya adayang melaporkan kloning WhatsApp. Namun ada beberapa laporan yang terkait dengan pembajakan.

“Dari mekanisme yang kami lakukan belum memenuhi persyaratan akun tersebut dibajak. Kalau kita bicara file system itu header, content dan footer, yang kita sebut file signature. Kita bisa telusuri kapan dimana, dari siapa, apakah dia copy paste, melakukan modifikasi atau bagaimana,” ujarnya, dilansir dari CNBC Indonesia pada Sabtu, 20 Juli 2019.

Jika ditemukan indikasi pelanggaran, seperti pelanggaran dalam UU ITE Pasal 28, maka bisa dilanutkan ke proses penegakan hukum.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan bukti yang didapat dan bukti tersebut harus mengikuti standar dari forensik digital.

“Jadi semua betul-betul secara ilmiah,” kata Bondan.

Selain itu, serangan pada WhatsApp pun bisa terjadi pada siapa saja penggunanya, tanpa memandang status atau jabatan. Untuk itu dibutuhkan pengetahuan dan kesadaran bagi pengguna saat menggunakan media sosial.

Penyerangan pun biasanya memiliki tujuannya yang beragam, sehingga diperlukan kewaspadaan dari penggunanya.

“Kita menggunakan device ini penuh risiko. Ini bisa kita temukan di aplikasi terbuka. Aplikasi ini berisiko kalau dilakukan pengunduhan. Kalau orang yang sedikit smart mungkin dia pakai Linux, atau virtual mesin. Dia bisa menggali lebih dalam lagi” jelas Bondan. (*)

FOTO: Ilustrasi/Istimewa

Next Post

Khawatir Akun WhatsApp Dibajak? Ini Saran dari Badan Siber Negara

Sab Jul 20 , 2019
LAMPUNGONLINE […]