Ternyata Napi Lampung Kasus Asusila Polwan Makassar Bunuh Teman Sejenis

SABURAI.CO.ID –– Identitas narapidana (Napi) di Lampung yang terlibat kasus asusila Polwan Makassar, Brigpol Dewi, akhirnya terungkap.

Napi tersebut yakni Alfiansyah, yang dihukum karena membunuh dilatarbelakangi hubungan sejenis (pria dengan pria).

Saat itu Alfiansyah menganiaya korbannya berinisial BM, di Dusun Tegal Sari, Pekon Kutodalom, Kecamatan Gisting, pada awal November 2014.

Lantas dalam persidangan di Pengadilan Negeri Kota Agung terungkap bahwa Alfiansyah menghabisi korban karena kesal.

Sebelum dibunuh, korban selalu minta ‘dilayani’.

Alfiansyah memenuhi hasrat korban, sembari menghajarnya dengan batu ke arah kepala korban dan menjerat lehernya dengan ikat pinggang korban.

Putusan vonis dari Pengadilan Negeri Kota Agung, Alfiansyah divonis delapan tahun, lebih ringan dari tuntutan 10 tahun.

Saat itu terdakwa dijerat pasal 170 ayat 1 dan 2 KUHP.

Atas putusan vonis itu Alfiansyah menerimanya. Dia mengaku bersalah akibat kesal terhadap korban dan tahu korban meninggal, maka wajar apabila dapat hukuman berat.

Pihak Lapas Way Gelang, Kota Agung mengaku tidak ada perilaku mencolok dari M Alfiansyah, warga binaan yang terseret kasus asusila mantan oknum polwan berinisial DW di Poltabes Makassar.

Menurut Kalapas Way Gelang Sohibur Rachman, pihaknya baru paham dengan Alfiansyah setelah tibanya surat Direktorat Jenderal Kemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM, awal November 2018.

Lantas pada 12 November 2018, tim dari Poltabes Makassar, Polda Sulawesi Selatan, Polda Lampung menjemputnya.

“Kami baru paham dengan Alfiansyah setelah tim Polda Sulsel menjemputnya,” kata Sohibur didampingi Ferdika Candra, Kasi Pembinaan Lapas, Sabtu 5 Januari 2018, dilansir Tribunlampung.

Untuk itu, pihak Lapas Way Gelang cukup terkejut atas kasus ini lantaran dalam kesehariannya Alfiansyah terlihat wajar. Maklum ada sekitar 400 warga binaan di dalamnya.

Sedangkan terkait modus penipuan yang dilakukan Alfiansyah dengan mengaku sebagai polisi berpangkat komisaris polisi, pihak lapas tidak menggali hal itu.

Sebab, itu materi penyidikan yang akan didalami oleh Poltabes Makassar.

Sebenarnya sosok Alfiansyah sendiri jauh dari kriteria seorang polisi.

Pemuda yang kini berusia sekitar 23 tahun itu berbadan kecil, dengan tinggi sekitar 160 cm dan bertubuh kurus.

Postur tersebut sejak dirinya mulai masuk ke Lapas Way Gelang sampai dipindahkan ke Makassar.

Sementara itu, Kanwil Kemenkumham Lampung masih menunggu hasil penyidikan dan penyelidikan yang dilakukan kepolisian Sulawesi Selatan, terkait kasus asusila yang menyeret narapidana Lapas Kota Agung Tanggamus bernama M Alfiansyah bin Maun dengan DS, mantan polwan berpangkat brigpol.

Kasubag Pelaporan, Humas dan Teknologi Informasi Kanwil Kemenkumham Lampung, Erwin, mengatakan, setelah proses pemeriksaan tersebut selesai, baru bisa ditindaklanjuti.

“Kami tunggu sampai proses pemeriksaan kepolisian selesai di Makassar. Lebih lanjut seperti apa kita lihat nanti,” ujar Erwin melalui telepon, Sabtu sore.

Dikatakan Erwin, ketika putusan mengenai kasus baru yang dilakukan Alfiansyah sudah keluar dari Pengadilan Makassar, bisa jadi akan kembali ke Lapas Kotaagung untuk menjalani masa hukuman sebelumnya ditambah dengan masa hukuman baru terkait kasus asusila.

“Kalau sudah diputuskan pengadilan, ditambah lagi hukumannya. Terus menjalani proses hukumannya (di Lapas Kotaagung),” imbuhnya.

M Alfiansyah terlibat kasus penipuan terhadap Brigpol DS yang sudah diberhentikan dengan tidak hormat dua atau tiga hari lalu.

Menurut keterangan Kalapas Kota Agung Sohibur Rachman, Alfiansyah sampai saat ini masih masih berada di Makassar.

Tertanggal 12 November 2018, Alfiansyah dipindahkan sementara ke Lapas kelas 1 Makassar untuk memudahkan proses pemeriksaan, terkait kasus penipuannya terhadap DS.

“Tersangka ini kasusnya pembunuhan dan kena masa pidana 8 tahun. Sudah menjalani masa hukumannya dua atau tiga tahun sebelum terseret kasus dengan DS,” beber Sohibur via telepon Sabtu sore. (*/san)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Cara Menangkal Berita 'Hoax' di Dunia Maya

Ming Jan 6 , 2019
SABURAI.CO.ID […]