Wanita di Bandar Lampung Pembunuh Suami Divonis 13 Tahun Penjara, Selingkuhan 15 Tahun

LAMPUNGONLINE Terbukti secara bersama-sama melakukan pembunuhan, sejoli yang merupakan pasangan selingkuh divonis berbeda.

Rina (31) istri korban pembunuhan, Andi Saputra, warga Way Gubak, Sukabumi, Bandar Lampung divonis 13 tahun penjara.

Sedangkan Mimin (34) warga Tanjung Agung, Tanjung Karang Timur, selingkuhan Rina divonis 15 tahun penjara.

Pada sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) M. Eko, menuntut Mimin dengan kurungan penjara selama 18 tahun dan Rina 15 tahun.

Ketua Majelis Hakim PN Tanjung Karang, Bandar Lampung, Salman Al Farisi mengatakan, hal yang memberatkan kedua terdakwa telah menghilangkan nyawa orang lain.

“Sedangkan hal yang meringankan yaitu mengakui perbuatannya dan berlaku sopan selama di persIdangan,” ujarnya, Senin, 8 Juli 2019.

Jaksa Eko mengatakan perbuatan kedua terdakwa terbukti sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 351 ayat (3) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Ia menjelaskan, pembunuhan bermula pada Juni 2018 lalu, terdakwa Mimin alias Meo berkenalan dengan Rina yang sama-sama bekerja di gudang rongsokan.

“Yang dimana pada saat berkenalan itu terdakwa Mimin berstatus sebagai duda. Sedangkan terdakwa Rina berstatus masih istri dari Andi Saputra (korban),” jelas Eko.

Keduanya bekerja di tempat yang sama. Rina sering menceritakan hubungan dengan suaminya (Andi) yang tidak harmonis dan sering cekcok.

Menurut Rina, korban suka berbuat selingkuh dengan wanita lain dan juga bermain judi serta selalu berbuat kasar.

Akhirnya timbul rasa suka antara Mimin dan Rina, sehingga keduanya sepakat menjalin hubungan tanpa diketahui Andi.

Lalu pada Minggu, (9/12/2018) terjadi percekcokan kembali antara Rina dan korban (Andi) di kediaman mereka.

“Pada saat itu korban bercerita bahwa telah menghamili seorang wanita dan pihak wanita itu meminta tanggung jawab,” ungkap JPU.

Mendengar cerita itu, Rina pun merasa kesal dan marah, selanjutnya meminta korban menceraikannya. Namun korban tidak mengabulkan.

“Setelah itu Rina meminta kepada Mimin melampiaskan kekesalannya dengan menyuruh melukai dan membuat cacat korban,” jelas Eko.

Mimin lalu ke rumah korban dan masuk melalui jendela lalu membawa bantal, serta sebilah pisau untuk menusuk korban.

“Setelah itu terdakwa pun masuk ke kamar korban dan tanpa basa-basi lagi langsung menusuk korban hingga tiga kali sambil menekankan bantal ke wajah korban,” terang JPU.

Melihat suaminya meronta-ronta dan meminta pertolongan, Rina tidak menolong, tapi justru berlari sambil menggendong anaknya ke rumah orang tua korban (mertua) yang tidak jauh dari kediamannya.

“Sesampai di rumah orangtuanya, Rina melaporkan kejadian penusukan terhadap suaminya. Terdakwa Mimin sudah pergi dan korban dibawa orangtuanya ke rumah sakit. Sesampai di rumah sakit nyawa korban tidak tertolong lagi,” kata Eko. (ika)

Next Post

Loker di Perusahaan Terbesar Keempat Dunia Adaro Energy, Daftar Online di Sini

Sel Jul 9 , 2019
LAMPUNGONLINE […]