Wartawan Lampung Kecam Jokowi Beri Remisi Pembunuh Jurnalis

SABURAI.CO.ID – Presiden Joko Widodo alias Jokowi menerbitkan Keppres Nomor 29 Tahun 2018 yang memberikan remisi perubahan pidana penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara, kepada I Nyoman Susrama, pelaku pembunuhan keji terhadap jurnalis.

Para wartawan di Lampung bersama beberapa organisasi lain menyatakan sikap mengecam kebijakan Jokowi dengan melakukan aksi protes di Tugu Adipura, Bandar Lampung, Sabtu, 26 Januari 2019.

Wartawan Lampung menuntut pencabutan kebijakan remisi yang diberikan Jokowi kepada otak pembunuhan Jurnalis Radar Bali, I Nyoman Susrama, terpidana kasus pembunuhan jurnalis Radar Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Para jurnalis yang melakukan aksi tersebut tergabung dari berbagai organisasi, antara lain Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, LBH Pers Lampung, LBH Bandar Lampung, dan Aliansi Pers Mahasiswa Lampung.

“Aksi ini adalah bentuk kekecewaan kami atas pengurangan hukuman terhadap pelaku utama pembunuhan kawan seprofesi kami,” ujar koordinator aksi yang juga Koordinator Bidang Advokasi AJI Bandar Lampung, Rudiyansyah.

Menurutnya, pengurangan hukuman kepada otak pembunuhan wartawan itu, secara tidak langsung menjadi ancaman bagi profesi jurnalis, karena pembunuh dan juga pelaku utamanya justru diringankan hukumannya.

“Selain itu, masih banyak kasus pembunuhan jurnalis lain yang juga sampai kini tidak berhasil diadili atau pun tidak tersentuh oleh hukum. Menurut data AJI, ada sebanyak delapan kasus pembunuhan jurnalis yang belum sama sekali disentuh oleh hukum,” jelas Rudi, dilansir wartaekonomi.

Namun, berbeda dengan kasus terbunuh Jurnalis Radar Bali Prabangsa yang pelakunya diproses hukum sampai tuntas, hingga membuahkan hasil dan menetapkan Susrama sebagai tersangka otak utama pembunuhannya.

Mereka menuntut Presiden Joko Widodo mencabut keputusan presiden pemberian remisi perubahan pidana penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara terhadap Susrama yang tercantum dalam Keppres Nomor 29 Tahun 2018.

Warwawan Lampung menuntut presiden dan aparatur bawahannya agar lebih berhati-hati dan cermat dalam membuat kebijakan-kebijakan yang dapat melemahkan kebebasan dan kemerdekaan pers.

Mereka juga mendesak Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Bali mengungkapkan ke publik, proses dan dasar pengajuan remisi perubahan pidana penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara untuk I Nyoman Susrama, pembunuh jurnalis.

Juga mendesak aparat penegak hukum agar menuntaskan pengungkapan kasus pembunuhan maupun kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi di Indonesia, serta mendorong pemerintah agar menjamin kemerdekaan pers.

Para aktivis dan jurnalis itu menuntut Presiden RI harus menjamin dan melindungi kemerdekaan pers.

Susrama diadili karena kasus pembunuhan terhadap Prabangsa, 9 tahun lalu. Pembunuhan itu terkait dengan berita dugaan korupsi dan penyelewengan yang melibatkannya dan oleh Prabangsa dimuat di Harian Radar Bali, dua bulan sebelumnya.

Dari penyelidikan polisi, pemeriksaan saksi dan barang bukti di persidangan menunjukkan bahwa Susrama adalah otak di balik pembunuhan itu. Ia diketahui memerintahkan anak buahnya menjemput Prabangsa di rumah orang tuanya di Taman Bali, Bangli, 11 Februari 2009.

Presiden Jokowi lewat Keputusan Presiden Nomor 29/2018 memutuskan Susrama bersama 114 terpidana lain mendapat remisi perubahan hukuman dari penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara. Susrama dinilai berkelakuan baik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Tabloid 'Indonesia Barokah' Memfitnah Prabowo-Sandi Ditemukan juga di Lampung

Sab Jan 26 , 2019
SABURAI.CO.ID […]